Tuesday, June 28, 2011

apa salahku?

Ku kira masa-masa sma ku akan menjadi sangat indah. Namun sepertinya tidak juga. Aku adalah salah satu siswi di sma negri 2 jambi. Pertama menginjakkan kaki di X2. Aku merasa semua orang di kelas itu membenciku. Beberapa bulan berjalan aku merasa semakin mengenal mereka. Terlalu banyak suka -duka yang terjadi di kelas sepuluh ku. Mereka memang baik. Namun aku merasa mereka tidak menyukaiku dan aku tak tau apa salahku. Sejak pertama aku berada di kelas itu. Aku menyukai seseorang yang namanya tidak mungkin di sebutkan. Aku bingung apa yang harus aku lakukan agar dia tau bahwa aku menyukainya. Waktu terus berjalan dan apa yang aku duga terjadi juga. Dia tau bahwa aku menyukainya dan yang lebih mengejutkan lagi semua kelas mengetahui itu. Saat dia tau, dia menjauhiku. Dan aku tak tau mengapa. Hey, ayolah aku hanya menyukaimu. Dan aku tidak pernah menghharap kamu menjadi pacarku. Melihatmu saja sudah cukup membuatku senang. Tetapi mungkin kau menganggapnya berlebihan. Puisi yang pernah aku bacakan di depan kelas bukanlah untukmu. Namun untuk seseorang yang sangat aku cintai. Disaat-saat kita akan berpisah dan beranjak ke kelas 11 kita dekat. Sebuah keajaiban besar bagiku. Selalu duduk didepan mejamu adalah impianku yang sudah terwujud. Sering aku beranikan diri ku untuk mengirimkan pesan singkat padamu. Meskipun saat itu aku tau harga diriku akan jatuh dan kau pun mungkin tak pernah mengharapkan kedatangan sms dari ku. Pertama yang aku kabarkan padamu waktu itu adalah ttentang mantanmu. Lalu terus berlanjut menjadi suatu obrolan yang bagiku itu sangan lucu dan mengasyikkan. Aku kecanduan sengan semua itu. Sms itu bagaikan narkotika bagiku. Yang membuatku terus-menerus ingin mengirimkanmu pesan singkat. Kau balas saja sudah membuatku terbang. Aku berusaha untuk menjadi apa yang kau mau. Namun aku sadar itu tak mungkin karna inilah aku. Aku bukan mira yang selalu kau puja dan kau banggakan. Sms yang selama ini aku kirim adalah semata-mata karena aku ingin menjadi sahabatmu. Namun sepertinya kau tak sudi dengan itu. Sakit memang namun aku tak sanggup harus berkelahi dengan hatiku sendiri. Mengapa disaat ujian semester kau menjauhiku habis-habisan. Seolah kau tak ingin mengenalku lagi. Apa salahku?? Bisakah kau beritahu aku apa yang telah aku perbuat hingga kau tak pernah sudi lagi menegurku. Sengaja aku tulis blog ini agar tak ada yang tau isi hatiku. Namun aku hanya berharap suatu saat kau akan membaca tulisanku yang tak cukup bagus ini. Semoga saja itu akan terjadi.

2 comments: